Tampilkan postingan dengan label Task. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Task. Tampilkan semua postingan

Kehidupan Awal Masyarakat Purba Di Indonesia


Manusia baru muncul di bumi pada zaman Kuarter. Pada awal terciptanya, bumi kita masih berupa bola gas panas yang berputar pada porosnya. Bola gas tersebut berangsur-angsur menjadi semakin dingin dan berbentuk padat karena suhu bumi mulai turun. Kulit bumi mulai terbentuk dan menebal, seiring dengan semakin berkurangnya suhu. Hingga suatu waktu, bumi sudah layak menjadi tempat tinggal bagi para makhluk hidup.
Semula masyarakat Indonesia merupakan masyarakat berburu dan mengumpulkan makanan, kemudian berkembangmenjadi masyarakat yang hidup menetap dan bercocok tanam. Dengan hidup menetap, mereka mulai menciptakan peralatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, juga melahirkan kebudayaan.



Pembabakan Zaman Prasejarah
1.                  Periodisasi berdasarkan Geologi

Melalui lapisan-lapisan bumi kita akan mengetahui usia fosil dan benda-benda purbakala yang ada. Melalui pemeriksaan laboratorium, akan diketahui berapa kira-kira usia bumi beserta makhluk yang pernah menghuninya.
a.      Masa Arkaikum (2.500 juta tahun yang lalu)
Masa Arkaikum merupakan masa awal pembentukan bumi dari inti sampai kulit bumi. Kondisi bumi pada saat itu belum stabil dan memiliki udara yang sangat panas sehinggga tidak memungkinkan adanya kehidupan. Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3,8 milyar tahun.
b.      Masa Paleozoikum (340 juta tahun yang lalu)
Paleozoikum artinya masa ketika pada permukaan bumi mulai terbentuk hidrosfer dan atmosfer. Saat itu sudah mulai ada tanda-tanda kehidupan dengan munculnya organisme bersel tunggal yang kemudian berkembang menjadi organisme bersel banyak (multiseluler). Kemudian muncullah organisme-organisme yang memiliki organ tubuh lebih kompleks dari jenis inverterbrata bertubuh lunak (ubur-ubur, cacing, koral),ikan tanpa rahang (landak laut, bintang laut), dan  beberapa hewan laut lainnya. Zaman ini ditandai dengan munculnya kehidupan darat yang berasal dari air.

c.       Zaman Mesozoikum (140 juta tahun yang lalu)
Pada zaman Mesozoikum ini, bumi mengalami perkembangan yang sangat cepat dan ditandai dengan munculnya hewan-hewan bertubuh besar, seperti reptil pemakaman daging. Pada masa ini, jenis reptile meningkatnya jumlahnya, dinosaurus menguasai daratan, Ichtiyosaurus berburu di dalam lautan, dan Pterosaurus merajai angkasa. Telah muncul pula jenis hewan mamalia (hewan menyusui). Walaupun demikian, zaman ini tetap disebut zaman reptil karena banyaknya populasi reptil yang hidup.
d.      Zaman Neozoikum (60 juta tahun lalu)
Neozoikum artinya zaman baru. Zaman ini dibagi menjadi dua era, yakni :
i)                    Zaman Tersier
Setelah zaman reptil raksasa punah, terjadi perkembangan jenis kehidupan lain seperti munculnya primata dan burung tidak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta. Sementara itu, muncul pula fauna laut seperti ikan dan moluska, sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang. Sedangkan tumbuhan berbunga terus berevolusi menghasilkan banyak variasi seperti semak belukar, tumbuhan merambat, dan rumput.
ii)                  Zaman Kuarter
Kemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan terjadi silih berganti, seiring dengan perubahan cuaca secara golobal. Zaman kuarter terdiri atas dua kurun waktu yakni ;
A.     Kala Plestosen
Di mulai sekitar 600.000 tahun yang lalu. Pada kala Plestosen paling sedikit telahn terjadi 5 kali zaman es (zaman Glasial). Pada zaman glacial sebagian besar wilayah eropa bagian utara, Amerika bagian utara, & Asia bagian utara ditutupi es, begitu pula Pengunungan Alpen & Pengunungan Himalaya. Keadaan flora dan fauna yang hidup pada zaman Plestosen sangat mirip dengan flora & fauna yang hidup sekarang. Dalam kehidupan manusia purba, pada kala inilah muncu, manusia purba Pithcanthropus Erectus.


B.     Kala Holosen
Mulai muncul sekitar 200.000 tahun yang lalu. Manusia modern seperti manusia sekarang, diperkirakan muncul pada kala Holosen ini.

2.                  Periodinasasi berdasarkan Arkeologi
Pembabakan Persejarah berdasarkan ilmu Arkeologi ini bertujuan untuk mengetahui usia manusia puba berdasarkan peninggalan benda-benda purbakala.
a.      Zaman Paleolitikum
Zaman Paleolitikum artinya zaman batu tua. Zaman ini ditandai dengan penggunaan perkakas yang bentuknya sangat sederhana dan primitif. Ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman ini, yaitu hidup berkelompok tinggal di sekitar aliran sungai, gua, atau di atas pohon dan mengandalkan makanan dari alam dengan cara mengumpulkan  (food gathering) serta berburu. Maka dari itu, manusia purba selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain (nomaden).
Di Indonesia, manusia purba pada masa ini adalah setengah kera yang disebut Pithecanthropus Erectus, Pithecantropus Robustus, dan Meganthropus Paleojavanicus. Selanjutnya juga hidup beberapa homo (manusia), dia antaranya Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.
b.      Zaman Mezolitikum
Zaman Mezolitikum artinya zaman batu pertengahan (mezo). Zaman ini disebut pula zaman “mengumpulkan makanan (food gathering) tingkat lanjut” yang dimulai pada akhir zaman es, sekitir 10.000 tahun yang lampau. Para ahli memperkirakan manusia yang hidup pada zaman ini adalah bangsa Melanesoid yang merupakan nenek moyang orang Papua, Semang, Aeta, Sakai, dan Aborigin. Sama dengan Paleolitikum, manusia zaman Mezolitikum mendapatkan makanan dengan cara berburu dan menangkap ikan. Mereka tinggal di gua-gua di bawah bukit karang (abris saouche roche), tepi pantai, dan ceruk pengunungan. Abris souche roche menyerupai ceruk untuk dapat melindungi diri dari panas & hujan.
Hasil peninggalan budaya manusia pada masa itu adalah berupa alat-alat kesenian yang ditemukan di gua-gua dan coretan (lukisan) pada dinding gua, seperti gua Leang-Leang di Sulawesi Selatan yang di temukan oleh Ny. Heeran Palm pada tahun 1950.
Van Stein Callenfels menemukan alat-alat tajam berupa mata panah, flakes, serta batu penggiling di Gua Lawa dekat Sampung, Ponorogo, dan Madium. Selain itu, hasil peninggalan lainnya ditemukan tempat sampah berupa dapur kulit kerang & siput setinggi 7 meter di sepanjang pantai timur Sumatra yang di sbut kjokkenmoddinger. Peralatan yang ditemukan di tempat itu adalah kapak genggam Sumatra, pebble, dan alat berburu dari tulang hewan.
c.       Zaman Neolititikum
Zaman Neolitikum artinya zaman batu muda. Di Indonesia, zaman Neolitikum dimulai sekitar 1500 SM. Cara hidup yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhannya telah mengalami perubahan pesat, dari cara food gathering menjadi food producting, yaitu dengan cara bercocok tanam dan memelihara ternak. Pada masa itu, manusia sudah mulai menetap di rumah panggung untuk menghindari bahay binatang buas. Manusia pada masa Neolitikum ini pun telah mulai membuat lumbung-lumbung guna menyimpan persediaan padi & gabah.
Pada zaman ini, manusia purba Indonesia telah mengenal dua jenis peralatan, yakni beliung persegi dan kapak lonjong. Beliung persegi menyebar di Indonesia bagian Barat, diperkirakan budaya ini di sebarkan dari Yunani di Cina Selatan yang bermigrasi ke Laos dan selanjutnya ke kepulauan Indonesia. Sedangkan kapak lonjong tersebut di Indonesia bagian timur yang didatangkan dari Jepang, kemudian menyebar ke Taiwan, Filipana, Sulawesi Utara, & Maluku.
d.      Zaman Megalitikum
Zaman Megalitikum artinya zaman batu besar. Pada zaman ini manusia sudah mengenal kepercayaan animism & dinamisme. Dinamisme merupakan kepercayaan terhadap rohnenek moyang (leluhur) yang mendiami benda-benda. Sedangkan, Animisme adalah bentuk kepercayaan bahwa segala sesuatu memiliki kekuatan atau tenaga gaib yang dapat memengaruhi kehidupan manusia.
Dari hasil peninggalan, diperkirakan manusia pada zaman ini sudah mengenal bentuk kepercayaan rohaniah, yaitu dengan cara memperlakukan orang yang meninggal dengan di perlakukan secara baik sebagai bentuk pernghormatan. Peninggal ini ditemukan di Nias, Sumba Flores, Sumatra Selatan, Sulawesi Tenggara, & Kalimantan.


e.       Zaman Logam
Atau di sebut Zaman Perundingan, di bagi atas 3 :
·         Zaman Tembaga
Di Indonesia atau Asia tenggara tidak ada terdapat zaman Tembaga, di ketahui dari tidak adanya peninggalan.
·         Zaman Perunggu
Di Indonesia, di ketahui peninggalan dari zaman ini berupa penemuan teknik peleburan, pencampuran, penempaan, dan pencetakan jenis-jenis logam. Sedangkan, peralatan dari Perunggu yang ditemukan antara lain :
ü  Kapak Candrasa (Jawa) & kapak-kapak upacara lain (Bali & Pulau Roti).
ü  Nekara
ü  Moko
ü  Bejana Perunggu

·         Zaman Besi
Alat-alat besi yang banyak ditemukan diIndonesia berupa alat keperluan (Pisau, Sabit, Pedang, dll), yang pembuatan alat ini memerlukan teknik & keterampilan khusus yang hanya dimiliki golongan Undagi. Teknik pembuatanya terdiri dari 2 cara :
ü  Teknik Bivalve (tuang/cetakan), membuat cetakan dari besi/tanah liat yang bisa dilepas & ditangkupkan.
ü  Teknik a cire perdue (cetakan lilin), membuat model dari lilin lalu dibungkus tanah liat & di bakar kemudian diisi cairan logam.



Manusia Purba Di Indonesia
Seperti telah diketahui Indonesia mempunyai banyak fosil tengkorak & tulang-belulang manusia purba yang beraneka ragam & masing –masing mewakili zaman di mana ia hidup.
1.      Meganthorupus Paleojavanicus ( 1-2 juta tahun yang lalu)
Yang berarti manusia purba tua & bertubuh besar yang brasal dari Jawa, hidup dari lapisan Plestosen bawah. Fosil rahang bawahnya di temukan oleh Von Koenigswald di Sangiran (1936 & 1941), ciri –ciri :
ü  Mimiliki rahang bawah yang kuat & geraham besar.
ü  Memiliki tulang pipi tebal.
ü  Memiliki tonjolan kening yang mencolok & tinjolan belakang kepala yang tajam serta send-sendi yang besar.
ü  Memakan tumbuh-tumbuhan.

2.      Pithecanthropus (700.000 tahun yang lalu)
Artinya manusia kera, yang hidup di lapisan plestosen bawah & tengah. Fosil rahang, gigi & sebagian tulang tengkorak di temukan oleh Eugene Dubois (1891) di Trinil. Ngawi. Manusia purba ini telah memakan segalanya, tetapi makanannya belum dimasak. Ciri-ciri :
ü  Memiliki ciri tinggi badan 165-180 cm.
ü  Volume otak 750-1300 cc .
ü  Berat badan 80-100n kg.
ü  Beburu & Menangkap Ikan.
ü  Menggunakan kapak genggam atau Chopper (alat penetak) & kapak Perimbas.


Jenis-jenis Pithecanthropus :

a)      Pithecanthopus Mojokertensis (2,5-2,25 juta tahun yang lalu)
Ditemukan oleh Von Koenigswald di Mojokerto, Jawa Timur (1926-1941) pada lapisan plestosen bawah.
b)     Pithecanthropus Soloensis
Ditemukan 11 buah fosil tengkorak, tulang rahang, & giginya oleh Von Koenigswald & Weidenreich di Ngandong, lembah Sungai Bengawan Solo (1931-1934).
c)      Pithencanthropus Robustus
Ditemukan oleh Weidenreich & Von Koenigswald di Trinil, lembah sungai Bengawan Solo (1939) yang berasal dari plestosen bawah.
d)     Pithencanthropus Erectus (1-1,5 juta tahun yang lalu)
Ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil, Ngawi (1890). Manusia purba ini berjalan tegak dengan volume otak 900 cc.
3.      Homo
Artinya Manusia, merupakan manusia purba yang paling maju. Ciri :
ü  Berat badan 30-150 kg.
ü  Volume otak lebih 1.350 cc.
ü  Mengenal peralatan batu & tulang.
ü  Berjalan tegak.
ü  Muka & Hidung lebar.
ü  Mulut menonjol.


Temuan jenis  Homo :

i.                    Homo Wajakensis (manusia dari Wajak)
Ditemukan di Wajak, Tulung Agung (1889), yaitu bagian Tengkoraknya oleh Von Rietschoten & di selidiki oleh Dr. Eugene Dobuis. Berasal dari lapisan pletosen atas, nenek moyang dari Homo Soloensis.

ii.                  Homo Soloensis (manusia daro Solo)
Ditemukan oleh ahli geologi Belanda, C. Ter Haar & Ir, Oppenoorth (1931-1932) berupa 11 tengkorak fosil dari lapisan plestosen atas di Ngandong, Ngawi, Jawa Timur. Kemudian di selidiki oleh Von Koenigswald & Weidenreich.
iii.       Homo Sapiens
Artinya manusia cerdas. Berasal dari kala Holosen. Ciri-ciri :
ü  Volume otak 1.000 – 1.200 cc.
ü  Tinggi 130-210 m.
ü  Otot tengkuk menyusut.
ü  Alat kunyah & gigi menyusut.
ü  Muka tidak menonjol.
ü  Berdiri & berjalan tegak.
ü  Berdagu & rahangnya biasa.


Kehidupan Awal Manusia Purba


1.      Kehidupan berburu & mengumpulkan Makanan
Corak kehidupan mengumpulkan makanan (food gathering) dibagi menjadi 2 :
·         Masa berburu & mengumpulkan tingkat sederhana.
·         Masa menhumpulkan makanan tingkat lanjut.

a.      Keadaan Lingkungan
Manusia purba hidup dengan cara menyesesuaikan diri dengan alam sekitar secara berkelompok. Manusia purba yang hidup di gua adalah caveman (orang gua), yang banyak menghasilkan lukisan di dinding.
b.      Budaya & Alat yang dihasilkan
Masa berburu & mengumpulkan makanan di bagi 2 jenis kebudayaan :
i.        Kebudayaan Pacitan, alat-alat :
a.   Kapak Berimbas. (digunakan dengan mengenggam)
b.    Kapak Penetek (seperti kapak Berimbas, namun lebih besar, fungsi membelah)
c.    Kapak Genggam (seperti kedua kapak sebelumnya, namun lebih kecil)
ii.                  Kebudayaan Ngandong, alat-alat :
a.   Alat serpih (flake), sederhana, 10-20 cm.
b.    Alat dari tulang, dari binatang buruan.
c.    Sistem keprcayaan, berupa lukisan di dinding yang bercerita bentuk-bentuk upacara.


2.      Kehidupan bercocok taman & beternak

a.      Keadaan lingkungan
Bercocok taman pertama kali dikenal dengan berhuma, huma adalah bercocok taman dengan cara membersihkan hutan & menanaminya. Setelah berhuma, manusia purbapun mencari cara lain, yaitu dengan bercocok tanam & beternak (food producting).
b.      Budaya & Alat yang dihasilkan
Berupa :

i.    Beliung Persegi (di gunakan dalam upcara)
ii.   Kapak Lonjong (berwarna hitam)
iii. Mata Panah (alat berburu & menangkap ikan)
iv.  Gerabah (dari tanah liat yang dibakar)
v.    Perhiasan (dari tanah liat)


c.       Sistem Kepercayaan
Terlihat dari upacara terhadap orang yang sudah meninggal, di buat kuburan khusus untuk orang-orang istimewa (seperti, kepala suku/adat).
i)                    Menhir (tugu batu tegak, tempat pemujaan)
ii)        Sarkofagus (batu bulat, peti jenazah)
iii)                Dolmen (meja batu, tempat sesaji)
iv)               Kubur/peti batu (batu pipih, peti jenazah)
v)         Waruga (batu utuh, kubur batu)
vi)        Punden berundak-undak (bagunan suci pemujaan)
vii)             Arca/patung (batu, sosok hewan & manusia)


3.      Masa Perundagian

a.      Kehidupan Sosial
Golongan Undagi merupakan masyarakat terampil. Masa ini merupakan tonggak berdirinya kerajaan di Indonesia di mana telah terbentuk kelompok desa-desa kecil juga adanya penguasa wilayah.
b.      Budaya & alat yang dihasilkan
i.   Nekara Perunggu
ii. Kapak Perunggu
iii.      Bejana Perunggu
iv. Arca Perunggu
v.  Perhiasan & manik-manik

c.       Sistem Keprcayaan

Di bagi atas 2 :
·         Animisme
Keprcayaan yang beranggapan bahwa suatu benda memiliki kekuatan supranatural dalam bentuk roh.
·         Dinamisme
Kepercayaan berupa anggapan roh atau makhluk halus yang di yakini berasal dari jiwa manusia yang telah meninggal, mendiami berbagai tempat (hutan, laut, gua, dll).








Resensi Novel

Hy guys..
berikut ini salah satu tugas ana @sekolah..
mungkin aja bermanfaat, so check it out~


Judul             : The Physick Book Of DELIVERANCE DANE
                                           Seri              : Violet Book
                                           Penulis        : Katherine Howe
                                           Penerbit       : PT Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo)
                                           Alih Bahasa: Dina Begum
                                           Editor           : Galuh Wulandari, Hayu Handayani
                                           Penata Isi   : Budi Triyanto
                                           Terbit           : Jakarta, 2011
                                            Halaman    : 416
                                            Harga        : Rp. 65.000-

I.                    Sinopsis

             LULUSAN HARVARD, seorang wanita bernama Connie Goodwin, perlu meluangkan waktu di musim panas untuk melakukan penelitian desertasinya. Di saat yang sama ibunya memintanya untuk menangani penjualan rumah tua milik neneknya yang berada di sekitar Salem, ia tak bisa menolaknya.
Connie yang merasa aneh terhadap rumah tersebut mulai penasaran, dan saat semakin jauh ia tenggelam dalam misteri di rumah keluarganya itu, Conniepun menemukan kunci tua di dalam Alkitab abad ketujuh belas. Bersama dengan kunci itu, tersembunyi sepotong perkamen dengan sebuah nama tertulis di dalamnya: Deliverance Dane. Penemuan ini mengarahkan Connie ke sebuah pencarian untuk mengetahui siapakah wanita ini dan hubunganyannya dengan rumah tua tersebut.

             Namun dalam perjalanannya, mulai terkuak suatu kisah sejarah keluarganya yang unik & mistis. Di mulai dengan temuan artefak setelah kunci tua tersebut, artefak itu berupa buku yang berisi ramuan-ramuan beserta berbagai macam kata yunani kuno yang sulit di mengertinya. Bersama Liz, sahabatnya & Sam lelaki muda yang di temuinya, Connie membuka lembaran kisah perjalanan Deliverance Dane yang merupakan nenek moyangnya sendiri.


             Di saat bersamaan Connie juga mengetahui kisah masa lalu Salem yang kelam, ia juga dihantui penglihatan aneh. Namun, ketika Connie memutuskan melaporkan temuannya kepada Guru besarnya, semuanya menjadi berantakan. Sang guru yang berambisius menghalalkan segala untuk mendapatkan buku tersebut, termasuk dengan cara membunuh Sam ! Connie yang terdesak, menyadari ia harus dapat menghentikan Chilton, guru besarnya. Dengan meminta bantuan ibunya, Grace, ia mulai mengasah kemampuan yang dimilikinya, yaitu sihir.

             Di akhir perjalananya, Connie berhasil mencegah perbuatan gila Chilton, walaupun dengan membakar buku Deliverance Dane. Connie juga menyelesaikan desertasinya berdasarkan kisah hidup Deliverance Dane dan mendapatkan hasil yang luar biasa. Bersama Sam, Liz, & Grace, Connie memulai kisah hidupnya yang baru di rumah tua tersebut, ia & Grace membatalkan penjualan rumah tersebut & malah menjual rumah mereka sendiri, karena mereka menyadari rumah tua itu adalah warisan berharga keluarganya dan Salem yang mistis.

II.                  Keunggulan :

ü  Pada sampulnya yang menarik dan berkesan ‘buku tua’ sehingga terlihat unik.
ü  Isinya yang menceritakan ramuan-ramuan ataupun sihir-sihir dengan perincian jenis tanaman & kata-kata Yunani kuno.
ü  Pengenalan Konfliknya yang bertahap sehingga jelas.
ü  Penjelasan terhadap situasi, kondisi, dan latar begitu jelas sehingga dapat di mengerti.
ü  Setiap tokoh di gambarkan perannya dengan baik oleh penulis.

III.                Kekurangan :

·         Plot alurnya yang rumit, sehingga sering memusingkan.
·         Kurang adanya kejelsan peristiwa saat alurnya berubah (kembali ke masa lalu) sehingga terkadang terkesan tidak nyambung/kurang dapat dimengerti.
·         Sosial Budayanya yang kurang baik.

IV.                Nilai Buku

             Novel ini dapat menjadi resensi terhadap kisah-kisah masa lalu tentang cerita penyihir. Karena Katherine menyertakan bukti-bukti ilmiah mengenai kisah perempuan-perempuan penyihir menjadikan novel ini layaknya buku sejarah, di dukung perincian nama-nama tanaman yang di pakai untuk ramuan, juga kata-kata Yunani kuno beserta arti & maksudnya. Sehingga dapat saya katakan nilai dari novel ini yaitu kandungan ilmiahnya yang di kombinasikan dengan cerita fiksi, akhrnya menghasilkan tidak hanya cerita yang menarik, juga dapat menambah wawasan. Walau buku ini belum bisa dikatakan novel umum (semua umur) melainkan remaja ke atas, karena sosial budaya yang di gambarkan di novel ini.

V.                  Kesimpulan

             Menurut saya, novel ini sangat menarik, dengan menyampingkan sosial budayanya, novel ini mengandung pengetahuan ilmiah yang layak untuk diketahui. Juga dengan cara Katherine membawakan kisah hidup Connie dari biasa-biasa saja menjadi gila sehingga terasa petualangannya & akan membuat adrenalin semakin memuncak saat membaca dari lembaran satu ke yang lain. Namun, tetap saja alurnya yang lumayan rumit akan menjadi memusingkan jika tidak di mengerti dengan baik. Serta, Novel ini sebaiknya hanya di peruntukan untuk anak remaja ke atas.

Udara


Udara adalah sumber daya yang berharga bagi kehidupan. Udara terdiri dari campuran gas antara lain 78% Nitrogen (N), 21% Oksigen (O2), dan 1% gas-gas lain seperti Xenon (Xe), Karbondioksida (CO2), Argon (Ar), Neon (Ne), Hidrogen (H2O), Helium (He), & Kripton (Kr).
Kandungan elemen senyawa gas dan partikel dalam udara akan berubah-ubah dengan ketinggian dari permukaan tanah. Demikian juga massanya, akan berkurang seiring dengan ketinggian. Semakin dekat dengan lapisan troposfer, maka udara semakin tipis, sehingga melewati batas gravitasi bumi, maka udara akan hampa sama sekali.
Oksigen (O2) merupakan gas yang paling penting bagi kehidupan. Tanpa itu, kita akan mati dalam beberapa menit. Oksigen yang terkandung dalam udara, dihasilkan oleh proses fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan. Untuk itu tumbuhan merupakan hal yang penting bagi kehidupan.
Apabila makhluk hidup bernapas, kandungan oksigen berkurang, sementara kandungan karbon dioksida bertambah. Ketika tumbuhan menjalani sistem fotosintesa, oksigen kembali dibebaskan.
 
Fungsi Udara :
·         Mensuplai gas oksigen ke paru-paru yang kemudian diserap oleh darah , mengandung Hemoglobin lalu diangkut ke seluruh tubuh sebagai supplier oksigen bagi sel-sel seluruh tubuh. Hasil pertukaran gas ini dibawa kembali ke dalam paru-paru, udara yang dihembuskan berupa udara pernafasan dengan kadar karbondioksida yang bertambah, oksigen dan juga dijumpai adanya uap air.
·         Mempertahankan suhu tubuh agar dalam keadaan normal dengan mekanisme secara fisik. Saat udara luar mengalami peningkatan temperature maka tubuh mengeluarkan keringat. Sebaliknya bila suhu udara menjadi lebih dingin, buang air kecil maka akan semakin bertambah. Di dalam tubuh akan dihasilkan energy ditambah panas. Adapula energy yang hilang dalam bentuk panas yang disebut kehilangan panas tubuh (heat-loss). Kehilangan panas tubuh secara konveksi, radiasi dan penguapan berkaitan erat dengan udara sekitar kita. Pada temperature 50Oc tubuh tidak akan mengimbanginya lagi, tetapi pada suhu -400c tubuh atau manusia akan mengimbanginya dengan pakaian rangkap dan mengigilkan badan untuk mempertahankan suhu tubuh. Dengan suhu tubuh tertentu badan merasa segar akibat dari aktivitas tubuh beristirahat. Pada tubuh manusia dijumpai mekanisme penguapan uap air melalui paru-paru dan kulit beserta alat kelenjar keringat.
Kehilangan panas tubuh
Panas hilang melalui Persentase :
1. Radiasi 44
2. Konveksi 31
3. Penguapan 21,5
4. Memananaskan makanan yang dimakan 1,5
5. Memanaskan udara paru-paru 1,3
6. Melalui feses dan urine 0,7


Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi Fisik, Kimia, atau Biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan Fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya, dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.

Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu;
»        Pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran.
»        Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.
  
Belakangan ini tumbuh keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global (global warming) yg dipengaruhi :

Kegiatan manusia :
  • Transportasi
  •  Industri
  •  Pembangkit listrik
  •   Pembakaran (perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar
  • Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)

Sumber alami
  •  Gunung berapi
  •  Rawa-rawa
  •  Kebakaran hutan
  •  Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi

Sumber-sumber lain
  • Transportasi amonia
  •  Kebocoran tangki klor
  •  Timbulan gas metana dari lahan uruk /tempat pembuangan akhir sampah 
  •   Uap pelarut organic

Jenis-jenis Bahan Pencemar:
  •   Karbon monoksida (CO)
  •   Nitrogen dioksida (N02)
  •   Sulfur Dioksida (S02)
  •  CFC
  •   Karbon dioksida (CO2)
  •   -Ozon (03 )
  •   Benda Partikulat (PM)
  •   Timah (Pb)
  •   HydroCarbon (HC)

Di kota besar sangat sulit untuk mendapat udara yang segar, diperkirakan 70 % pencemaran yang terjadi adalah akibat adanya kendaraan bermotor.
Contoh :
Di Jakarta antara tahun 1993-1997 terjadi peningkatan jumlah kendaraan berupa :
- Sepeda motor 207 %
- Mobil penumpang 177 %
- Mobil barang 176 %


Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.
Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISNA (infeksi saluran napas atas), termasuk di antaranya, Asma, Bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai Toksik dan Karsinogenik.
Memperkirakan dampak pencemaran udara di Indonesia, contohxa ;
Di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISNA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015.
Salah satu bukti dampak buruk polusi udara pada tubuh adalah penelitian di Amerika menyebutkan bahwa udara yang kotor turut memicu serangan Stroke.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine menyebutkan, tinggal dalam waktu yang lama dengan lingkungan yang tidak sehat seperti polusi udara menyebabkan kemungkinan penyakit stroke yang lebih tinggi.
Penelitian tersebut mengkaji catatan medis dari sekitar 1.700 pasien stroke yang dirawat di Deaconess Beth Israel Medical Center di Boston antara 1999-2008.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar pasien tinggal di tempat dengan udara kotor melalui data dari stasiun pemantauan polusi udara lokal, sehingga lambat laun akan memicu penurunan fungsi kognitif dan pada akhirnya memicu serangan stroke.
Dalam penelitian disebutkan bahwa peningkatan risiko terbesar dari efek terburuk polusi yaitu pada siang hari pukul 12 sampai pukul 2 siang.


Solusi
Solusi untuk mengatasi polusi udara kota terutama ditujukan pada pembenahan sektor transportasi, tanpa mengabaikan sektor-sektor lain. Hal ini kita perlu belajar dari kota-kota besar lain di dunia, yang telah berhasil menurunkan polusi udara kota dan angka kesakitan serta kematian yang diakibatkan karenanya.
Beberapa solusi yang bisa di pakai ialah :
  •  Pemberian izin bagi angkutan umum kecil hendaknya lebih dibatasi, sementara kendaraan angkutan massal, seperti bus dan kereta api, diperbanyak.
  • Pembatasan usia kendaraan, terutama bagi angkutan umum, perlu dipertimbangkan sebagai salah satu solusi. Sebab, semakin tua kendaraan, terutama yang kurang terawat, semakin besar potensi untuk memberi kontribusi polutan udara.
  •  Potensi terbesar polusi oleh kendaraan bermotor adalah kemacetan lalu lintas dan tanjakan. Karena itu, pengaturan lalu lintas, rambu-rambu, dan tindakan tegas terhadap pelanggaran berkendaraan dapat membantu mengatasi kemacetan lalu lintas dan mengurangi polusi udara.
  •  Pemberian penghambat laju kendaraan di permukiman atau gang-gang yang sering diistilahkan dengan “polisi tidur” justru merupakan biang polusi. Kendaraan bermotor akan memperlambat laju.
  •  Uji emisi harus dilakukan secara berkala pada kendaraan umum maupun pribadi meskipun secara uji petik (spot check). Perlu dipikirkan dan dipertimbangkan adanya kewenangan tambahan bagi polisi lalu lintas untuk melakukan uji emisi di samping memeriksa surat-surat dan kelengkapan kendaraan yang lain.
  •  Penanaman pohon-pohon yang berdaun lebar di pinggir-pinggir jalan, terutama yang lalu lintasnya padat serta di sudut-sudut kota, juga mengurangi polusi udara.


 Pemberi insentif bagi kendaraan bermotor yang memakai bahan bakar   gas:
  •  Keringanan pajak kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar gas berupa PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaran Bermotor). Ref. PERPU. No.21 tahun 1997
  • Pemberian keringanan pajak untuk bea-impor conversion kit, sehingga harga jualnya dapat ditekan dan terjangkau oleh masyarakat.
  • Peraturan pemerintah yang mewajibkan kepada Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) untuk memasang Catalytic Converter pada setiap kendaraan baru yang sudah diproduksi.

Pembuatan Bahan Bakar Nabati (BBN). Kebijakan pemerintah untuk percepatan pembuatan BBN antara lain:
  •  Peraturan Pemerintah (PP) No.5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional.
  • Instruksi Presiden (Inpres) No.1 tahun 2006 tentang penyediaan dan pemanfaatan BBN.
  • Keputusan Presiden (Keppres) No.10 tahun 2006 tentang Tim Nasional pengembangan BBN untuk  percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran.

Labels

Actor (2) Aqua Timez (4) Band Rock (2) Bleach (1) Hobby (5) Idol (4) Info (4) J-Pop (8) Linkin Park (2) Lyric (5) Naruto (1) News (10) Seamo (1) Superstar (5) Task (3)

Pic

Counting